DAFTAR ISI BLOG

Bisnis Kecantikan Bersama Herbeauty

Diplomat Success Challenge-Kompetisis Bisnis Pria & Wanita

Cara Mendapatkan Dolar Dari Google Adsense

5 Nasihat Sukses Berbisnis Dari Pengusaha Indonesia

Karakter Wirausahawan Sukses Menurut Wynda Mardio

5 Rahasia Sukses Jeremy W Derek

Sukses Tidak Berhubungan Dengan Usia & Keturunan

Franchise Kantor Cabang Bisnis Keuangan

Bisnis Ternak Kecoak Madagaskar

3 Jenis Laporan Keuangan Dalam Bisnis

Supermarket Reksa Dana Online

Kelebihan dan Kelemahan Bisnis Franchise

Kebenaran Yang Harus Diketahui Pebisnis

Rahasia Sukses Orang Jepang

Kaya Dari Bisnis Ikan Hias

Bisnis Agen Tiket KA

Tips Bisnis Jasa Tour Guide

6 Tantangan Bagi Pemilik Bisnis

3 Nasehat Warren Buffet Untuk Pebisnis Muda

Kisah Samsum Si Pebisnis Sayur Yang Sukses

Bisnis Sablon Digital Untung Besar

14 Teknik Komunikasi Efektif

18 Cara Menjual Produk Dengan Biaya Rendah

Pentingnya Kerja Keras Untuk Mencapai Sukses

5 Rahasia Miliarder Inggris Ricahard Branson

35 Tips Bisnis Bagi Pemula

Ide Mendapatkan Modal Bisnis

9 Mindset Yang Perlu Untuk Jadi Pengusaha

Mom & Jo - Spa Ibu Hamil dan Bayi

Bisnis Tour Travel BONITA

4 Langkah Perbaiki Proses Bisnis

Bisnis laundry-peluang bisnis rumahan

Tips memancing lahirnya ide bisnis

Abdul Aziz Adam Si Pebisnis Cacing

Menciptakan Kemitraan Bisnis yang Bermanfaat

3 Cara Temukan ide Bisnis

Strategi Pemasaran Starbucks

7 Kesalahan Entrepreneur Pemula

Bisnis yang Buat Anak Muda Jadi Kaya

Rahasia Sukses Ala Jepang

Bagaimana Membuat Rencana Bisnis Berbeda

Bisnis Abon Ikan

Fastpay-Bisnis Online Payment

Bisnis Komponen Motor Klasik

10 Cara Pemasaran Bisnis

Kisah Sukses di Bisnis Perikanan

Rahasia Dagang Orang Cina

Cara mudah membuat rencana bisnis

10 alasan bisnis kecil gagal

Ingin sukses, jangan malu

Bisnis sekolah seni anak da vinci

5 Langkah memulai bisnis makanan

Bisnis itu tidak menipu

Cara pintar ambil resiko dalam bisnis

Bisnis uang kuno

Bisnis jasa katering

Pertanyaan sebelum memulai bisnis

  • koin kuo

    Uang kuno baik dalam bentuk uang kertas ataupun koin, kini menjadi incaran para kolektor untuk digunakan sebagai koleksi maupun lahan bisnis.

    Uang kuno banyak digunakan orang dari hanya untuk sebagai koleksi para kolektor, atau disewa untuk keperluan tertentu, dan yang paling mutakhir adalah untuk keperluan mas kawin. Penulis termasuk yang menggunakan uang kuno sebagai mas kawin.

    Indonesia sangat kaya dengan jenis uang kuno, dari jamanĀ  Kerajaan Majapahit hingga uang kertas Indonesia keluaran terkini. Uang kuno zaman majapahit dengan bentuk bulatan kecil sebesar kancing baju itu biasanya terbuat dari emas dan logam perunggu, tembaga, serta kuningan.

    Lain lagi uang kuno pada jaman Kerajaan Aceh pada masa pemerintahan Raja Sultan Al Malik Al Zahir yang diperkirakan tahun 1297 masehi yang terbuat dari emas berbentuk bulatan kecil.

    Sementara uang kuno paling mahal adalah uang kuno pada masa Kerajaan Hindu Jenggala yang diyakini ada pada abad ke sembilan masehi atau tahun 856 hingga 1158 masehi. Uang itu berbentuk bulatan sebesar biji jagung dengan nama “Krishnala” terbuat dari logam emas dan perak.

    Uang kuno tersebut dihargai bervariasi hingga puluhan juta rupiah tergantung tahun uang tersebut.

    Selain uang kuno pada masa kerajaan, para kolektor juga mencari uang kertas yang pernah ada di Indonesia baik pada jaman penjajahan Belanda dan Jepang hingga uang tahun 1990.

    Uang kertas dan koin pada masa penjajahan Belanda dengan perusahaan terkenalnya yakni “Vereenigde Oostindische Compagnie (VOC)” atau Perserikatan Perusahaan Hindia Timur Belanda dan uang bergambar Bung Karno juga menjadi incaran para kolektor.

    Jika Anda tertari untuk mengoleksi atau menjadikan lahan bisnis, Anda harus paham cara merawat uang kuno. Perawatan uang kuno tidak sederhana karena memerlukan ruang khusus dengan perawatan yang teliti. Berikut cara merawat uang kuno khususnya uang kertas yang umum dikenal:

    1. Masukkan dalam plastik.

    Yang terpenting dalam perawatan uang kuno adalah sebisa mungkin menghindari kontak langsung dengan tangan. Jadi langkah pertama yang paling aman adalah adalah memasukkannya dalam plastik transparan seukuran yang sesuai dengan uang tersebut. Plastik ini bisa didapatkan dengan mudah di toko yang khusus menjual aneka kantong plastik. Kadang plastik semacam ini sudah dilengkapi dengan seal perkekat.
    2. Jangan dilaminating

    Uang yang sudah dilaminating akan membuat grade uang tersebut jatuh dan menjadi nyaris tidak berharga, kecuali memang Anda dari awal sama sekali tidak tertarik dengan urusan “harga jual” dan hanya berniat mengkoleksi untuk diri sendiri saja.

    3. Simpan di dalam album

    Untuk mencegah uang yang sudah dimasukkan dalam plastik seperti cara di atas, menjadi berserakan maka ada baiknya dikumpulkan dan dimasukkan dalam satu album. Album yang dipakai adalah album photo.
    4. Masukkan dalam ruang kedap kelembaban

    Terakhir, untuk menghindari pengaruh kelembaban simpanlah dalam dry box. Benda ini sebenarnya adalah peralatan khusus untuk menyimpan kamera agar terhindar dari jamur. Karena benda semacam ini berharga tidak murah, maka Anda bisa menggantinya dengan kaleng biskuit atau yang sejenisnya. Jangan lupa ditambahkan silica gel atau arang kelapa sebagai penyerap kelembaban serta kapur barus untuk mencegah ngengat.

    Sulit untuk mendapatkan uang kuno. Di Jakarta bisa ditemukan di Pasar Baru, mungkin di daerah-daerah lain memiliki tempat tersendiri untuk menjual uang kuno. Namun Anda dapat juga membeli uang kuno secara online di :

    1. www.uangkuno.net
    2. www.uanglama.com
    3. www.uangkuno.com
    4. www.tokouangkuno.com

    Posted by admin @ 1:26 am

Comments are closed.